Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.
Indexs Berita

PAMERAN SENI RUPA RI-MALAYSIA: Membangun Kesepahaman & Toleransi

Jumat, 14 Agustus 2015

Nyoman Sujana Kenyem bersama perupa Malaysia Queenie Chow, Ellie Ng, dan Debora Teo Linang (kanan).
UBUD [KabarSanur.com]: Enam seniman Indonesia dan Malaysia bersepakat menyatukan kesamaan visi seni rupa dan menjadikannya sebuah harapan besar yang melandasi rasa saling memahami budaya dan toleransi hubungan antarmanusia.

Mereka kompak mengusung niatan itu dalam sebuah pameran bersama bertajuk Window of the Soul di Art Patio, Lovina, Buleleng, 8 Agustus-12 September 2015. Keenam seniman itu adalah Nyoman Sujana Kenyem, John Hardi, Diyano Purwadi dari Indonesia dan tiga seniman Malaysia Debora Teo Linang, Ellie Ng, dan Queenie Chow.

Menurut Kenyem hubungan antarseniman itu terjalin sejak beberapa kali bertemu dalam pameran di Bali, Malaysia, dan Filipina yang kemudian melahirkan gagasan untuk menggali berbagai kemungkinan proses berkesenian bersama di Indonesia maupun di Malaysia.

“Tahun depan, gantian kami beraktivitas dan pameran di Kuala Lumpur,” kata Kenyem di studionya kawasan Sayan, Ubud, pekan lalu.

Kata Kenyem kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperluas jaringan antarperupa yang dirintis dalam rentang 10 tahun terakhir terakhir. Ia bersama seniman lainnya melakukan kegiatan dengan semangat terbuka, gotong royong, dan membangun pemahaman bangsa serumpun di Asia Tenggara untuk mendorong apresiasi dan kreativitas bersama. Tak menutup kemungkinan hal serupa dikembangkan dengan seniman lain dari berbagai benua.

Seperti halnya judul pameran, tambah Kenyem, pengenalan terhadap jiwa sangat penting dalam konteks proses kreativitas seniman. Hal inilah yang ingin ditekankan untuk akhirnya saling berupaya memahami jiwa, meskipun sebenarnya perihal jiwa telah menjadi pertanyaan besar dari masa ke masa.

“Tema ini mungkin terasa berat, tapi kita akan melaluinya sebagai ikatan persahabatan dengan dimensi perupaan yang kami jalani masing-masing,” ujar Kenyem.

Debora mengatakan persiapan pameran tahun depan di Kuala Lumpur sebenarnya juga telah dimulai saat dibukanya pameran di Lovina. Dia berharap kesempatan itu digunakan untuk saling bertukar pengalaman demi memperkaya sisi lain dari proses berkarya, kreativitas, dan cara mengapresiasinya.

Dia sangat antusias menyambut inisiatif para seniman dari Indonesia, seperti yang ia lakukan pula dengan kolega seniman di negerinya.

    Rekomendasi

0 komentar:

Komentar Anda akan ditampilkan setelah menunggu persetujuan, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. Redaksi berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.