Diberdayakan oleh Blogger.
Indexs Berita

Karang Taruna Asta Dharma menerima kunjungan Karang Taruna Kerta Widya Santhi

Selasa, 13 Juni 2017




 DENPASAR (Kabarsanur.com) Karang Taruna Asta Dharma, Sanur Kaja pada Sabtu, (10/6) menerima kunjungan dari Karang Taruna Kerta Widya Santhi, Desa Kesiman Kertalangu. Kunjungannya bersama 20 anggota yang akan lomba tingkat kota.

“Maksud kami adalah studi banding, minta bimbingan karena kami akan mengikuti lomba tingkat Kota seperti yang sudah teman-teman Katar Asta Dharma alami,” jelas ketua Karang Taruna Kerta Widya Santhi, Angga Winata. Kunjungan dilaksanakan di mabes (Markas Besar) Karang Taruna Asta Dharma yang bertempat di Depo Cemara, Sanur Kaja, Denpasar Selatan.

Rombongan datang pukul 09.00 lalu di arahkan menuju lantai atas mabes. Sejenak berkeliling dan bertanya-tanya mengenai administrasi dan persiapan lomba didampingi oleh ketua Karang Taruna Asta Dharma, Agus Sarwatama beserta anggotanya. Tidak ketinggalan, sekretaris Desa Sanur Kaja juga turut berbincang-bincang dengan sekretaris Desa Kesiman, Kertalangu.

Pada waktu dan tempat yang sama, Depo Cemara tempat mabes Katar Asta Dharma juga dikunjungi oleh Jenna R. Jambeck yang merupakan Associate Professor Collage of Engineering The University of Georgia, peneliti plastik yang ada di laut. “Tujuannya ke sini untuk melihat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, mencari tahu berapa jiwa, jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga di Sanur Kaja, jumlah pelanggan yang membuang sampah di Depo Cemara, tutur Catur Yudha Hariani pimpinan PPLH Bali (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali).

Lanjut Catur, bahwa Dia lah (Jenna R. Jambeck) peneliti yang membuat riset yang menyatakan bahwa Indonesia menjadi pembuang sampah nomor 2 di dunia setelah China. “Mereka ke sini untuk melihat proses orang di Indonesia memperlakukan sampahnya,” tegas Catur. Kunjungan ini berakhir pukul 11.30, seluruh rombongan meninggalkan Depo Cemara, Desa Sanur Kaja. (whn)  


    Rekomendasi

0 komentar:

Komentar Anda akan ditampilkan setelah menunggu persetujuan, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. Redaksi berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.