Diberdayakan oleh Blogger.
Indexs Berita

Serentak, Posyandu dan Imunisasi JE di Banjar Belong

Sabtu, 02 Juni 2018




“Imunisasi JE (Japanese encephalitis) diagendakan oleh Desa Sanur Kaja pada tanggal 29 di Banjar Langon dan 30 April 2018 di Belong Desa Sanur Kaja”, terang I Made Sudana Perbekel Desa Sanur Kaja saat ditemui disela-sela kehadirannya dalam posyandu di Banjar Belong.


Lanjut Sudana, imunisasi merupakan suatu keharusan dari pemerintah untuk anak-anak. Obatnya sudah disiapkan oleh pemerintah, kali ini di Banjar Belong sekalian disatukan dengan posyandu dan makanan tambahan. Alasan disatukan menurutnya karena dalam imunisasi agar ada pengawasan dari seorang dokter (Puskesmas Denpasar Selatan II) dan masyarakat tidak banyak tersita waktunya bersama anak 9 bulan sampai 15 tahun untuk imunisasi”, ujar I Made Sudana, yang datang dengan pakaian adat ini.




Hal tersebut di iyakan oleh ketua posyandu Banjar Belong Ami Sujena. “JE disatukan dengan kegiatan posyandu. Kegiatan posyandu setiap bulan di antaranya penimbangan rutin balita, cek tensi, senam lansia dan pemberian vitamin untuk lansia,” tutur ibu paruh baya ini. “Harapannya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat”, harap perbekel Desa Sanur Kaja.

Dalam acara yang juga melibatkan komunitas pemerhati anak dan perlindungan anak, kepala dusun, PLKB (Petugas lapangan keluarga berencana) dari kota yang bertugas di Sanur Kaja ini berlangsung cukup antusias. Turut hadir juga ketua dan anggota  PATBM (Perlindungan Anak  Terpadu Berbasis Masyarakat) adalah para aktivis yang  mendapat pelatihan di kota lalu bergerak ke masing-masing masyarakat tugasnya memantau jika ada kejadian KDRT anak, istri, suami. “Yang paling menonjol tentang anak-anak. Tidak punya ibu, ayah belum punya akta dipantau dan dibantu. Masalah dikeluarga bantu mencari solusi,” ungkap Ketut Sutrisni koordinator bidang administrasi aktivis PATBM. (whn)

    Rekomendasi

0 komentar:

Komentar Anda akan ditampilkan setelah menunggu persetujuan, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. Redaksi berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.