Indexs Berita

MCCB, Inilah Wadah Baru Penghobi Mobil Klasik Mercedes-Benz

Rabu, 11 Desember 2019

DENPASAR (kabarsanur.com): Sejumlah pemilik mobil klasik mendeklarasikan berdirinya sekaa demen Mercedes-Benz Classic Club Bali (MCCB) bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Minggu (10/12/2019).

Acara ini dihadiri sekitar 50 pemilik mobil buatan Jerman dari berbagai tipe klasik yang siap meramaikan dunia otomotif di Bali. MCCB merupakan oranisasi tanpa bentuk (OTB), maksudnya klub ini tidak memiliki anggaran dasar (AD) maupun anggaran rumah tangga (ART), tetapi terbuka dan siap mewadahi para penghobi mobil klasik Mercy.

Untuk mengikat keanggotaan, MCCB lebih memilih wadah sekaa demen untuk memayungi kecintaan, kegemaran, serta kebanggan dari para pemilik kendaraan Mercedes-Benz klasik.

Secara aklamasi, para anggota menunjuk Eddie Sumitro sebagai President MCCB dan Adhinata Endra Datta sebagai vice president. Di MCCB struktur organisasinya memang terkesan ramping, bahkan tidak memiliki sekretaris, bendahara, maupun seksi-seksi kegiatan.



Eddie Sumitro mengatakan masing-masing anggota MCCB hanya didaftar, tidak dipungut iuran, tetapi memiliki komitmen untuk saling menghargai, guyub dalam kebersamaan, melakukan kegiatan bermanfaat dan positif, serta tidak memanfaatkan klub untuk kepentingan pribadi, apalagi tindakan yang tidak baik.

Adhinata Endra Datta menyampaikan keberadaan klub ini merupakan bagian dari upaya mewadahi kebersamaan sesama pemilik mobil Mercedes-Benz klasik di Bali. Pemilik kendaraan jenis ini di Bali sebetulnya banyak, hanya jarang keluar atau berkendara sebatas kegiatan tertentu.

"Di sinilah klub dibentuk agar saling bisa bertemu, bertukar pikiran, mendapatkan informasi tentang masalah kendaraan kita, spare part, bengkel, sampai membuat acara-acara yang memberikan manfaat bagi orang banyak, sosial maupun budaya, lingkungan hidup, serta mendukung program pemerintah," tutur Endra.

Kata dia setiap anggota memiliki kebebasan untuk mengikuti organisasi otomotif lainnya, meskipun sama-sama dalam bendera Mercedes-Benz. Karena klub ini lebih mendedikasikan diri pada passion ketimbang kerumitan organisasi yang justru dikawatirkan akan membatasi kebebasan anggotanya salah satunya untuk berimprovisasi kreatif, misalnya.

Eddie Sumitro menambahkan untuk sementara MCCB mewadahi pemilik kendaran Mercedes-Benz dengan tahun pembuatan kendaraan di bawah tahun 1986. Secara organisasi MCCB tidak di bawah naungan induk organisasi manapun baik secara regional, nasional maupun internasional.

"Kami masih melihat perkembangan dari klub ini, bila nantinya sebagai bagian dari tuntutan organisasi yang memang berkembang, serta atas keinginan para anggota, maka bentuk kelembagaan MCCB dapat jadi akan berubah. Dan sampai saat ini kita di MCCB belum berpikir sampai ke sana," tambah Eddie.

Pada Sabtu (9/12/2019), perwakilan anggota MCCB diterima Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace. Ia juga pemilik dan penggemar Mercedes-Benz klasik sekaligus tokoh dunia otomotif Bali menyambut baik kehadiran klub baru ini.

Cok Ace berharap dengan hadirnya MCCB dapat mengakrabkan para penggemar Mercedes-Benz klasik se-Bali serta membuat kegiatan yang bermanfaat positif serta mendukung dunia pariwisata di Bali yang penuh inovasi ke depan.

Acara deklarasi yang dikemas dalam nuansa kebersamaan dan kekeluargaan ditandai  dengan potong tumpeng, pembacaan deklarasi, ramah-tamah, penanaman pohon penghijauan, serta city touring.

Rencananya, pada 14 Desember 2019 MCCB akan mengadakan Old and New Touring dengan program kegiatan yang bertemakan Respect to the Past, Embrance the Future. Kegiatan ini akan dipusatkan di Kabupaten Gianyar dengan melakukan kunjungan kepada salah seorang pejuang veteran, memberikan bantuan sosial pada siswa sekolah dasar, serta kopi darat sesama penggemar Mercedes-Benz Classic di Ubud.(to)

    Rekomendasi

0 komentar:

Komentar Anda akan ditampilkan setelah menunggu persetujuan, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. Redaksi berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.